Mengingat kembali ke masa-masa saat itu,, dimana aku, kamu, dan kita masih terlalu muda dan masih menggunakan setelan seragam Putih-Biru Tua... Berawal dari sebuah teman,, meningkat menjadi makcomblang dan akhirnya seringnya komunikasi itu membuat hatiku jatuh kepadamu... Pacar pertama ku yang kini menjadi salah satu Sahabat Terbaikku.. Berawal di sebuah salah Sekolah Menengah Pertama pertemanan itu dimulai..
Aku membutuhkan waktu satu tahun untuk mengenalmu lebih dalam. Memahami kepribadianmu. Mengenali karakteristikmu. Hingga suatu saat sahabat terbaikku pun juga jatuh hati kepadamu.. Aku dengan kemampuan terbaikku berusaha mendekatkanmu pada sahabatmu dan kamu dengan kemampuanmu pula berusaha mendekatkan ku pada salah satu temanmu.. Dan usaha kita pun gagal.. Perhatian-perhatian kecilmu membuatku jatuh pada hatimu..
Aku pun memasuki ruangan itu,, ku temukan sosokmu di dalam sana.. Senyum simpulmu menyambut kedatangaku.. Begitu dingin, canggung dan kaku kamu memulai perbincangan saat itu.. Kamu, Aku, dan Kita masih tertalu muda untuk mengerti makna dari sebuah kata "Cinta" saat itu.. Dengan segala kesederhanaan perasaan yang kita miliki kita jatuh pada rasa yang sama "Suka". Mungkin kata itu yang paling tepat menggambarkan perasaan kita kala itu.
Aku dapat melihat sebuah keberanian di matamu untuk mengungkapkan segala rasa yang kamu miliki untukku.. "Aku jawab seminggu lagi yaa", pintaku kepadamu.. "Enggak.. Sekarang ", jawabmu sedikit kesal.. " Tiga hari lagi deh aku jawab,, janji ", aku masih berupaya untuk membujukmu. "Sekarang", katamu dengan tegas. Akupun terdiam, berpikir keras , kebingungan dan entahlah ada perasaan yang aneh yang baru pertama kali aku rasakan saat itu. " Oke aku mau ", jawabku singkat dan sekenanya. " Apa? ", tanyamu meyakinkan. "Iya aku mau",jawabku meyakinkanmu.
Senyum simpul tercipta dari sudut bibir kita berdua. Kamu meraih tanganku, dan memberikan sepucuk kertas di dalamnya. " Di baca di rumah yaa", aku pun mengangguk. Aku , Kamu dan Kita pun berjalan beriringan keluar dari ruangan kecil itu . Sorak sorai menyambut kita di depan ruangan. " Cie,, Ciee,,Cie" teriakan itu muncul dari berbagai arah.. Aku tersenyum dan kamu pun tersenyum.
Sesampainya di rumah, ku buka sepucuk kertas darimu.. Berdegup begitu kencang dan aku merasakan ada sesuatu yang ingin meloncat keluar dari dalam dadaku..
Why don't you remember? Don't you remember?
The reason you love me before
Baby, please remember me once more
When will I see you again
"Dont't You Remember"_Adele
Aku membutuhkan waktu satu tahun untuk mengenalmu lebih dalam. Memahami kepribadianmu. Mengenali karakteristikmu. Hingga suatu saat sahabat terbaikku pun juga jatuh hati kepadamu.. Aku dengan kemampuan terbaikku berusaha mendekatkanmu pada sahabatmu dan kamu dengan kemampuanmu pula berusaha mendekatkan ku pada salah satu temanmu.. Dan usaha kita pun gagal.. Perhatian-perhatian kecilmu membuatku jatuh pada hatimu..
24 Agustus 2004
Masih teringat jelas di benakku ( karena itu adalah tanggal yang sama mama ku berulang tahun ). Seusai bel berakhirnya pelajaran terakhir saat itu,, salah seorang teman berkata, " En, kamu di cariin Dimas tuh." "Kalo dia nyaariin aku kenapa dia nggak dateng sendiri, huh. " "Dimana dia?" " Tuh di ruang agama Katholik" Perasaan canggungpun mulai mengalir deras dalam darahku. "Ada yang nggak beres ini."Aku pun memasuki ruangan itu,, ku temukan sosokmu di dalam sana.. Senyum simpulmu menyambut kedatangaku.. Begitu dingin, canggung dan kaku kamu memulai perbincangan saat itu.. Kamu, Aku, dan Kita masih tertalu muda untuk mengerti makna dari sebuah kata "Cinta" saat itu.. Dengan segala kesederhanaan perasaan yang kita miliki kita jatuh pada rasa yang sama "Suka". Mungkin kata itu yang paling tepat menggambarkan perasaan kita kala itu.
Aku dapat melihat sebuah keberanian di matamu untuk mengungkapkan segala rasa yang kamu miliki untukku.. "Aku jawab seminggu lagi yaa", pintaku kepadamu.. "Enggak.. Sekarang ", jawabmu sedikit kesal.. " Tiga hari lagi deh aku jawab,, janji ", aku masih berupaya untuk membujukmu. "Sekarang", katamu dengan tegas. Akupun terdiam, berpikir keras , kebingungan dan entahlah ada perasaan yang aneh yang baru pertama kali aku rasakan saat itu. " Oke aku mau ", jawabku singkat dan sekenanya. " Apa? ", tanyamu meyakinkan. "Iya aku mau",jawabku meyakinkanmu.
Senyum simpul tercipta dari sudut bibir kita berdua. Kamu meraih tanganku, dan memberikan sepucuk kertas di dalamnya. " Di baca di rumah yaa", aku pun mengangguk. Aku , Kamu dan Kita pun berjalan beriringan keluar dari ruangan kecil itu . Sorak sorai menyambut kita di depan ruangan. " Cie,, Ciee,,Cie" teriakan itu muncul dari berbagai arah.. Aku tersenyum dan kamu pun tersenyum.
Sesampainya di rumah, ku buka sepucuk kertas darimu.. Berdegup begitu kencang dan aku merasakan ada sesuatu yang ingin meloncat keluar dari dalam dadaku..
Seorang Kekasih
Angin mendesir lembut
Bawa debu beterbangan
Entah ke mana perginya
Hanya meninggalkan seberkas cahaya
Hanya menbawa sepenggal harapan
Walau sederhana ku ingin kau mengerti
Kau tercantik yang datang hari ini
Dalam hidupku ada "ONE" impian
Tuk berbahagia dengan seseorang
Kekasih hati yang sungguh mengerti
Belahan jiwa yang takkan pergi
Hidup harus ku jalani
Bersamamu ku akan memberri arti
Kasihku ku ingin kau hidup disampingku
The reason you love me before
Baby, please remember me once more
When will I see you again
"Dont't You Remember"_Adele
Tepat 1 hari setelahnya. Apakah kamu tahu? Ada seseorang yang mengungkapkan perasaannya padaku. Dengan santainya aku mengatakan " Aku udah pacaran ama Dimas, sejak kemarin. " " Oh gitu " Hening. Dan diapun memberikan sepucuk puisi untukku. Akupun membacanya sekilas. Dengan segala keegoisaku saat itu, tanpa memperdulikan perasaannya saat itu, aku langsung merobek kertas itu di depannya. Diapun tersenyum lalu pergi meninggalkanku. Kata "Maaf" pun belum sempat keluar dari mulutku saat itu.
Aku, kamu, kita dengan segala kesederhanaan rasa yang kita punya.. 1.5 tahun kita berusaha memahami, mengenal lebih dekat, dan saling mengerti.. Kamu yang selalu rajin mengingatkan ku " Jangan lupa makan ya, nanti magh nya kambuh." Kita yang belum pernah jalan berdua kala itu, ya dengan segala pemikiran kita yang sederhana dan simple. Kita hanya terbiasa makan berdua sehabis pulang sekolah di salah satu rumah makan cepat saji yang berada tepat di sebelah sekolah. " Mbah Jenggot yang terkenal dengan es krim Sundae-nya "
Dengan kesederhanaan rasa yang kita punya,kita menghabiskan sedikit waktu bersama. Begitu banyaknya pasang mata yang mengamati kita saat itu,, sungguh aku merasakan rasa canggung yang teramat sangat. Tidak banyak cerita yang kita rajut saat itu, tetapi aku masih mengingat dengan jelas kesabaranmu saat menjagaku di kala magh ku kambuh.. Kamu yang menungguku tertidur dengan sabar hingga pagi hari.. Yaa Bali I'm in Love :)
1.5 tahun. Dan akhirnya aku, kamu, kita memutuskan untuk tidak lagi berjalan beriringan. Kamu ingat, perubahan sikapku padamu setelah itu?? Aku dengan segala keegoisan dan keras kepala ku.. Aku yang memilih untuk tak mau berbincang bahkan menyapa mu sekalipun, meskipun kita berada pada 1 kelas yang sama.. 1 tahun. Aku yang selalu mengatakan pada teman sebangku ku " tolong bilangin ke Dimas blaa blaa blaa " saat kau mengajakku berbicara.
Mungkin aku, kamu dan kita akan tertawa saat membaca tulisan ini. Kita dengan segala kesederhanaan Rasa yang kita punya. Kita yang dengan segala emosi saat itu.
Pacar Pertamaku yang menjadi Sahabatku.. Begini lebih baik bukan?? Aku, Kamu Kita yang selalu berdiskusi hingga larut malam. Kita yang selalu berbagi cerita tentang segala permasalahan yang kita miliki : masalah akademik, keluarga, pandangan hidup, pacar, gebetan, bahkan mantan sekalipun.
Aku selalu ingat ketika kamu memberi nasehat " Tetap Istiqomah ya En " ketika aku masih berjalan bersama mantan kekasihku.
Aku Kamu Kita yang mulai menikmati persahabatan ini, menemukan teman diskusi yang baik. Ini bukan perjalanan mudah bukan? Butuh waktu yang cukup lama sehingga kita dapat kembali tertawa bersama.. sehari, seminggu, sebulan, setahun ??? Bukan !!! Bahkan tahunan..
NB : Nama Samaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar