Minggu, 18 Agustus 2013

Keindahan Hidup Adalah Seni Memutuskan diantara Banyak Pilihan

Rapalan rapalan doaku ketika aku mulai menginjakkan kaki di bangku Sekolah Dasar :

" Tuhan,, mudahkanlah jalanku dalam aku menuntut ilmu "
And dont forget, ulanglah doamu dalam kelipatan ganjil !!

Entah mengapa,,
Doa ini mulai sangat berarti ketika aku memulai perjalananku di dunia perguruan tinggi..

Memulai masa transisi dari Sekolah Menengah Atas ke Perguruan Tinggi..
Menuju alam kebebasan ???
Terdengar sangat menyenangkan bukan ??

Sungguh..
Ini tak seperti yang kalian bayangkan..
Untuk seorang anak lulusan SMA yang cukup idealis tentunya..

Ohh anak science seharusnya ambil jurusan sesuai pilihannya kan yaa...
Psikologi,, Gizi kesehatan.. Teknik ... it's sound so great, isn't it ???

Tuhan tak selalu memberikan apa yang kita INGINkan.. Tapi, percayalah Tuhan selalu memberikan apa yang kita Butuhkan.. absolutely.. its the best for us..

Okay.. maybe this is not the right time i'm become a part of Gadjah Mada University.. Tapi aku pastikan.. suatu saat aku akan menjadi bagian dari keluarga itu..

Terkadang memilih menjadi bagian tersulit dalam hidup !!!

1. Psikologi
Universitas Sanata Dharma Yk , jalur Beasiswa

2. Teknik Industri
Universitas Islam Indonesia, Sumbangan 0 Rupiah

3. Akuntansi
Universitas Islam Indonesia,, dan harus bayar sumbangan paling gedhe..
For sure.. at that moment I'm not interested in accounting.. Its my mother's choice not me..
Aku anak Science ,, masak harus belajar Ilmu Sosial ???
Ilmu Ipa yang dah dipelajari bakalan menguap gt aj ???
Perjuangan pratikum selama ini bakalan sia2 ???

For Sure...
God is the best planner..

Pada akhirnya pilihan itu jatuh pada pilihan ketiga.. Dan perjuangan pun dimulai..

Semester 1
Di kelas banyak ngantuk..
Paling hobi maen Binggo di kelas..
Anak kuliahan mennn,, nggak oke kalo nggak BOLOS :)
Nitip absen sama anak paling alim di kelas..
Terus rame rame nongkrong ama temen2 di Kopma Ugm.. Dan ini sering banget !!
Titip absen lagi lagi.. Dengan alesan ban bocor atau sekedar bilang sakit jadi nggak bisa ngampus :)
Padahal aseli nya ??
Sekedar jalan bareng pacar.. makan bareng.. nonton,, maen..

" Our parents is not young anymore "
Make their proud of you as soon as possible !!!

Okehh ..
Pertengahan semester 1 mulai berubah..
Yaa paling enggak,, udah bukan jd tukang bolos lah yaa..
Dan IPK Semester 1 akan menjadi IPK terbaik yang tak akan pernah terlupakan :)
Dengan angka bulat " 4 "
Thank God ..

Dan salah satu yang menjadi hal tersulit adalah " Mempertahankan "
IPK naik turun dengan sangat fluktuatif tentunya..

Hal yg sangat aku syukuri hingga saat ini..
Tuhan tidak memberikan seseorang sepesial yang mendampingi sebagai "PW" as I called Pendamping Wisuda yg selalu aku impikan sejak dahulu..
Tetapi Tuhan memberikan jauhhh jauhh dari yang lebih BAIK :)


Tuhan memberikan sebuah keluarga yang sangat setia yang tak henti hentinya merapalkan doa doa untuk segala kesuksesanku..
Dan terlebih lagi.. Tuhan memberikan kebahagiaan terindah dengan mengirimkam malaikat malaikat nya dalam bentuk sahabat sahabat terbaikku..
Yang selalu ada dalam tangis dan tawaku..
And I called them " unbiological sister&brother "

1 September 2009 - 28 Maret 2013
And I said, Thank God for everything that you've gave to me..
Tepat 3.5 tahun..
Dan ini salah satu persembahan terbesarku untuk orang tuaku..
Dari 111 anak Jurusan Akuntansi yg Wisuda saat itu,, menjadi 10 besar dengan nilai IPK terbaik bukanlah hal yang mudah tentunya..

Dan masih rapalan doa yang sama saat tangan ini menengadah..
Hanya di beri sedikit pemanis saat ini..
" Tuhan berikanlah kemudahan dalam aku menuntut Ilmu.. Berikanlah aku Kemudahan dalam aku memperoleh pekerjaan.. Dan berikanlah aku jodoh yang dapat membawaku pada kebaikan dunia & akhirat.. Dan hanya kepada-Mu lah aku meminta " (3x)

Finally.. sedikit demi sedikit doa doa pun terjawab..
Setelah melalui beberapa test,,
Akhirnya menjadi bagian kecil dari keluarga mahasiswa UGM..
If you wanna be succeed ,, exit from your comfort zone !!!

Memulai kembali menata segala mimpi mimpi besarku..
Mungkin perjuangan ini tak akan mudah,,
Tapi aku berjanji untuk segera menyelesaikannya..

Akhir tahun depan sudah bisa mengikuti Sumpah Profesi.. Tahun berikutnya semoga Gelar Master sudah berada di tangan..
Tuhan.. kuatkanlah hambamu yang lemah ini..

Dan segala perjalanan tidak akan mudah tentunya..
Pilihan demi pilihan Tuhan Berikan di Depan mata..



Tetap meneruskan study
Sehingga dapat memuaskan kedua orang tua sekaligus menyelesaikan amanah berat itu..

Atau

Menjadi Sukses semuda mungkin ???
Impian seorang fresh graduate yg ingin segera membahagiakan keluarganya dengan segera bekerja di salah satu perusahaan pemerintah terbesar / BUMN ..

TUHAN...
ini bukanlah pilihan yang mudah bagiku..
Berikanlah aku petunjukku mu..


Aku hanyalah makhluk kecil yang selalu membutuhkan Karya-Mu dalam Hidupku..

Kamis, 01 Agustus 2013

Batu Demi Batu

Ada dinding tak terlihat di dalamku
Terlalu dalam tuk kaulihat dengan matamu
Dinding yang mengurung hatiku dari segala sisi
Membantuku menyimpan berbagai emosi
Kau tak mungkin masuk
Aku pun tak mungkin keluar
Kau bertanya tanya , ada apa sebenarnya



Dinding yang kubangun tak kan terlihat
Berasal dari perasaan  tidak  nyaman di hati
Setiap kali hatiku yang rapuh terluka
Bekas bekasnya tumbuh semakin parah
Maka batu demi batu,
Aku pun membangun dinding yang begitu kokoh
Dinding tebal yang tak mungkin lagi jatuh


Penyebanya bukanlah dirimu
Teruslah mencoba menembus maju
Takhlukanlah dinding ini
Sampai batu batunya berjatuhan dengan sendiri


Prosesnya akan lamban, aku tahu  itu
Memang tak mudah tuk membiarkan berlalu
Segala sakit hati dan kegagalan yang bertumpuk
Di dalam hati dari tahun tahun pedih
Aku takut
Membiarkanmu masuk
Kuyakin aku kan kembali terpuruk


Sudah kucoba membongkar dindingku
Namun usahaku sia sia
Batu batu menjulang rapat
Tak ada sedikitpun celah tuk memandang
Satu satunya cara
Merobohkannya


Sudah kucoba sekuat tenaga
Membuat dinding yang sempurna
Namun masih ada kekurangan yang menjadi kunci
Tuk  menembusnya  menuju diriku ini
Kumohon,  manfaatkan setiap kekurangan
Tuk menimbulkan keretakan
Mendorong satu batu dari tumpukan



Batu demi batu dinding itu kudirikan
Dengan setiap sakit hati dan kepedihan
Maka, batu demi batu pula dia akan dirobohkan
Saat rasa sakit dengan kasih sayang digantikan
Semoga kau cukup peduli
Tuk mencari kekurangan itu, apa pun yang terjadi