Kamis, 01 Agustus 2013

Batu Demi Batu

Ada dinding tak terlihat di dalamku
Terlalu dalam tuk kaulihat dengan matamu
Dinding yang mengurung hatiku dari segala sisi
Membantuku menyimpan berbagai emosi
Kau tak mungkin masuk
Aku pun tak mungkin keluar
Kau bertanya tanya , ada apa sebenarnya



Dinding yang kubangun tak kan terlihat
Berasal dari perasaan  tidak  nyaman di hati
Setiap kali hatiku yang rapuh terluka
Bekas bekasnya tumbuh semakin parah
Maka batu demi batu,
Aku pun membangun dinding yang begitu kokoh
Dinding tebal yang tak mungkin lagi jatuh


Penyebanya bukanlah dirimu
Teruslah mencoba menembus maju
Takhlukanlah dinding ini
Sampai batu batunya berjatuhan dengan sendiri


Prosesnya akan lamban, aku tahu  itu
Memang tak mudah tuk membiarkan berlalu
Segala sakit hati dan kegagalan yang bertumpuk
Di dalam hati dari tahun tahun pedih
Aku takut
Membiarkanmu masuk
Kuyakin aku kan kembali terpuruk


Sudah kucoba membongkar dindingku
Namun usahaku sia sia
Batu batu menjulang rapat
Tak ada sedikitpun celah tuk memandang
Satu satunya cara
Merobohkannya


Sudah kucoba sekuat tenaga
Membuat dinding yang sempurna
Namun masih ada kekurangan yang menjadi kunci
Tuk  menembusnya  menuju diriku ini
Kumohon,  manfaatkan setiap kekurangan
Tuk menimbulkan keretakan
Mendorong satu batu dari tumpukan



Batu demi batu dinding itu kudirikan
Dengan setiap sakit hati dan kepedihan
Maka, batu demi batu pula dia akan dirobohkan
Saat rasa sakit dengan kasih sayang digantikan
Semoga kau cukup peduli
Tuk mencari kekurangan itu, apa pun yang terjadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar