Welcome
to MEA 2015
Seperti yang kita telah ketahui, pada tahun 2015 ini akan mulai
diberlakukan secara efektif Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).Hal ini menjadikan
tantangan baru diseluruh bidang ekonomi, sosial-budaya, dan keamanan-politik
yang dirangkum dalam 4 pilar.
MEA mempunyai empat pilar yang akan diberlakukan diseluruh negara
yang tergabung di dalam ASEAN yaitu: 1. Pasar tunggal dan basis produksi, 2. Membangun
kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi, 3. Membangun kawasan dengan ekonomi
yang merata, 4. Membangun kawasan dengan integrasi penuh terhadap perekonomian
global.Empat pilar tersebut akan dijalankan melalui lima elemen utama yaitu: 1.
Aliran bebas barang, 2. Aliran bebas jasa, 3. Aliran bebas investasi, 4. Aliran
modal yang lebih bebas dan 5. Aliran bebas tenaga kerja terampil.
Pelaksanaan MEA 2015 membuat seluruh negara-negara anggota ASEAN
menjadi satu kesatuan teritorial dan perekonomian. Hal ini berdampak adanya
dorongan untuk dapat berkompetisi bebas tanpa ada perlindungan nasional seperti
tahun-tahun sebelumnya.
MEA 2015 merupakan suatu gagasan dimana kesatuan anggota ASEAN
berintegrasi untuk menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan
investasi, meningkatan produk domestik bruto(PDB), mengurangi angka
pengangguran dan meningkatkan perdagangan dunia.
Sudah
siapkan Indonesia menghadapi MEA 2015 yang sudah di depan mata ???
Berdasarkan fakta peringkat daya saing Indonesia periode 2012-2013,
Indonesia berada diposisi 50 dari 144 negara, masih berada dibawah Singapura
yang berada diposisi kedua, Malaysia diposisi ke dua puluh lima, Brunei
diposisi dua puluh delapan, dan Thailand diposisi tiga puluh delapan. Rendahnya
daya saing Indonesia ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya seperti kinerja
logistik, tarif pajak, suku bunga bank, serta produktivitas tenaga kerja.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya atas pelaksanaan Free Trade
Agreement (FTA) dengan China,produk-produk China saat ini menguasai pasar
komoditi Indonesia.China dengan Label produknya berharga “Miring” sangat
diminati oleh pangsa pasar Indonesia.
Lalu bagaimana upaya pemerintah untuk melindungi produk dan jasa
dalam negeri?? Pada sektor usaha pemerintah perlu meningkatkan perlindungan
terhadap konsumen, memberikan kemudahan atas bantuan modal bagi pelaku usaha
mikro kecil dan menengah (UMKM), serta yang paling penting adalah memperbaiki
dan terus meningkatkan kualitas produk dalam negeri. Pada sektor tenaga kerja,
Indonesia perlu meningkatkan kualitas pekerja dan meningkatkan mutu pendidikan.
Sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai pelaksanaan Masyarakat
Ekonomi ASEAN 2015 berfungsi untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapan
dalam menghadapi berbagai macam tantangan yang ada. Apabila kita mempunyai daya
saing yang kuat, persiapan yang matang, maka produk-produk dalam negeri akan tetap
menjadi tuan rumah dinegeri sendiri.
Sudah
siapkah kompetensi Anda sebagai Tenaga Profesional dalam menghadapi MEA 2015 ??
Berdasarkan Human Development Index (HDI) menunjukkan bahwa
SDM Indonesia menempati peringkat ke 6 dibawah Negara-negara Asean lainnya,
seperti Malaysia, Thiland, Brunei, Filipina, dan Singapura. Sementara itu, dari
data Asian Productivity Organization (APO) mencatat, dari setiap 1.000
tenaga kerja Indonesia pada tahun 2012, hanya ada sekitar 4,3% tenaga kerja
yang terampil. Jumlah itu kalah jauh dibandingkan dengan Filipina yang mencapai
8,3%, Malaysia 32,6%, dan Singapura 34,7%.
Kita sebagai calon-calon tenaga profesional harus mampu bersaing
dengan tenaga profesional dari negara anggota ASEAN yang kemungkinan besar akan
membanjiri pasar Indonesia. Peningkatan kompetensi, standar profesional, maupun
integritas harus dijunjung tinggi untuk dapat bersaing dalam MEA 2015.
Apakah dengan tantangan yang begitu besar di depan mata anda masih
disibukkan dengan hal-hal yang tidak meningkatkan “Daya Jual” atas profesi yang
anda geluti saat ini?? Anda masih disibukkan dengan cinta-cintaan khas remaja??
Anda masih hidup konsumtif yang hanya berorientasi “spending money”bukan untuk “create
something new” ?? Apakah penguasaan bahasa asing anda sudah baik?? Apakah anda
sudah puas dengan keterampilan profesional yang anda miliki??
THINK MORE....
Reference:
Helen E.S.Nesadurai, Globalisation,Domestic Politics and Regionalism:
the
ASEAN Free Trade Area, Routledge,London, 2005.
Wangke, Humphrey. Peluang Indonesia Dalam Masyarakat Ekonomi Asean 2015, Vol. VI, No. 10/II/P3DI/Mei/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar