Kamis, 01 Januari 2015

Welcome to MEA 2015



Welcome to MEA 2015

Seperti yang kita telah ketahui, pada tahun 2015 ini akan mulai diberlakukan secara efektif Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).Hal ini menjadikan tantangan baru diseluruh bidang ekonomi, sosial-budaya, dan keamanan-politik yang dirangkum dalam 4 pilar.

MEA mempunyai empat pilar yang akan diberlakukan diseluruh negara yang tergabung di dalam ASEAN yaitu: 1. Pasar tunggal dan basis produksi, 2. Membangun kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi, 3. Membangun kawasan dengan ekonomi yang merata, 4. Membangun kawasan dengan integrasi penuh terhadap perekonomian global.Empat pilar tersebut akan dijalankan melalui lima elemen utama yaitu: 1. Aliran bebas barang, 2. Aliran bebas jasa, 3. Aliran bebas investasi, 4. Aliran modal yang lebih bebas dan 5. Aliran bebas tenaga kerja terampil.

Pelaksanaan MEA 2015 membuat seluruh negara-negara anggota ASEAN menjadi satu kesatuan teritorial dan perekonomian. Hal ini berdampak adanya dorongan untuk dapat berkompetisi bebas tanpa ada perlindungan nasional seperti tahun-tahun sebelumnya.

MEA 2015 merupakan suatu gagasan dimana kesatuan anggota ASEAN berintegrasi untuk menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan investasi, meningkatan produk domestik bruto(PDB), mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perdagangan dunia.

Sudah siapkan Indonesia menghadapi MEA 2015 yang sudah di depan mata ???

Berdasarkan fakta peringkat daya saing Indonesia periode 2012-2013, Indonesia berada diposisi 50 dari 144 negara, masih berada dibawah Singapura yang berada diposisi kedua, Malaysia diposisi ke dua puluh lima, Brunei diposisi dua puluh delapan, dan Thailand diposisi tiga  puluh delapan. Rendahnya daya saing Indonesia ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya seperti kinerja logistik, tarif  pajak, suku bunga bank, serta produktivitas tenaga kerja.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya atas pelaksanaan Free Trade Agreement (FTA) dengan China,produk-produk China saat ini menguasai pasar komoditi Indonesia.China dengan Label produknya berharga “Miring” sangat diminati oleh pangsa pasar Indonesia.

Lalu bagaimana upaya pemerintah untuk melindungi produk dan jasa dalam negeri?? Pada sektor usaha pemerintah perlu meningkatkan perlindungan terhadap konsumen, memberikan kemudahan atas bantuan modal bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta yang paling penting adalah memperbaiki dan terus meningkatkan kualitas produk dalam negeri. Pada sektor tenaga kerja, Indonesia perlu meningkatkan kualitas pekerja dan meningkatkan mutu pendidikan.

Sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 berfungsi untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapan dalam menghadapi berbagai macam tantangan yang ada. Apabila kita mempunyai daya saing yang kuat, persiapan yang matang, maka produk-produk dalam negeri akan tetap menjadi tuan rumah dinegeri sendiri.

Sudah siapkah kompetensi Anda sebagai Tenaga Profesional dalam menghadapi MEA 2015 ??

Berdasarkan Human Development Index (HDI) menunjukkan bahwa SDM Indonesia menempati peringkat ke 6 dibawah Negara-negara Asean lainnya, seperti Malaysia, Thiland, Brunei, Filipina, dan Singapura. Sementara itu, dari data Asian Productivity Organization (APO) mencatat, dari setiap 1.000 tenaga kerja Indonesia pada tahun 2012, hanya ada sekitar 4,3% tenaga kerja yang terampil. Jumlah itu kalah jauh dibandingkan dengan Filipina yang mencapai 8,3%, Malaysia 32,6%, dan Singapura 34,7%.

Kita sebagai calon-calon tenaga profesional harus mampu bersaing dengan tenaga profesional dari negara anggota ASEAN yang kemungkinan besar akan membanjiri pasar Indonesia. Peningkatan kompetensi, standar profesional, maupun integritas harus dijunjung tinggi untuk dapat bersaing dalam MEA 2015.

Apakah dengan tantangan yang begitu besar di depan mata anda masih disibukkan dengan hal-hal yang tidak meningkatkan “Daya Jual” atas profesi yang anda geluti saat ini?? Anda masih disibukkan dengan cinta-cintaan khas remaja?? Anda masih hidup konsumtif yang hanya berorientasi “spending money”bukan untuk “create something new” ?? Apakah penguasaan bahasa asing anda sudah baik?? Apakah anda sudah puas dengan keterampilan profesional yang anda miliki??


THINK MORE....

Reference:

Helen E.S.Nesadurai, Globalisation,Domestic Politics and Regionalism: the
ASEAN Free Trade Area, Routledge,London, 2005.

Wangke, Humphrey. Peluang Indonesia Dalam Masyarakat Ekonomi Asean 2015, Vol. VI, No. 10/II/P3DI/Mei/2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar